2016/01/22

Entry #1

18 Januari 2016, hari ini adalah hari yang super duper hectic. Kenapa? Aduh, gue bahkan masih ketawa kalo nginget kejadiannya. Truhtfully, I feel like a dumb. Well not me, my friend is. I just getting along with him hahaha. 

Hari itu masih hari-hari finals, dimana hari itu pula ada 3 tests yang harus gue hadepin. Color Theory, Fontography, and Pancasila. Fonto, yang satu ini sih memang sifatnya take home test, alias lu dateng cuma buat ngumpulin tugas.

Yang bikin hari itu tuh hectic, bukanlah the exams, but the occasion. Hari itu tuh adalah hari ulang tahunnya temen gue, yang emang dari awal gue sama dia dan temen-temen lainnya sering jalan bareng juga. Gue tau nih, dia lagi ulang tahun, tapi malah pas final. Udah gitu dia nge-kost pula, jadilah kita, ngerencanain surprise buat dia. 

Ya surprisenya nggak spesial sih, dengan budget mahasiswa, kita juga cuma beliin kue dan untungnya dia makan. Gue kurang tau sih, dia surprise apa nggak. Tapi i can say it is, sort of, successful. 



Nah kan, surprise nya nggak spesial, trus apa yang bikin hectic? Itu tuh gila banget. 
Jadi setelah uas fonto yang cuma ngumpul aja, gue punya jeda beberapa jam untuk test selanjutnya yaitu English. Gue ama temen gue mikir, beli kue sekarang aja yuk. Otomatis, kita harus ke SMS karena hell, SDC mana ada sih kue. 
Begonya adalah, kita saat itu pergi naik shuttle. Gue berdua ama temen gue pergi ke SMS yang kata mas-masnya shuttlenya di jadwal dateng 15 menit sekali. I was, okay, fine, 15 menit kok, pasti masih banyak shuttle buat balik lagi ke UMN. 
Singkat cerita, mungkin lo pada udah bisa pada nebak, udah kebeli kuenya, dan terjebaklah kita di SMS. Exam jam 1 siang, dan shuttle baru dateng jam 1. Emang sih, lu maksimal paling telat tuh 15 menit. Tapi gue ga menyangka, tuh shuttle dr SMS ke SDC jalannya lamaaaaaaa banget. Gue merasa itulah shuttle yang terlama yang pernah gue naikkin. Udah keringet dingin aja ngeliatin jam di bus. Dan gue ama temen gue juga mikir, "Wah ini sih, pas turun SDC langsung lari."

Apalagi testnya itu di gedung C, gais, astaga. Gue itu tuh telat 15 menit lebih, hampir 20 menit deh. Jam 1:20. I am like o-syit. Gue beneran lari setengah-setengah, karena napas gue udah nggak sanggup. 
Untungnya sih, dosennya yang jaga itu baik. PUJI TUHAN. Gue masuk-masuk, nama gue diabsensi ternyata udah dicoret, dan dosen itu (PAK HERU TERIMA KASIH) dengan santainya ngasih ke gue absensinya trus suruh gue tanda tangan! "Kamu kenapa telat?" "Nungguin shuttle, pak." Udah trus dia nggak interogasi gue lagi.




Yang paling bego dari kejadian ini adalah......
Sebenernya temen gue itu bawa mobil. Cuma emang bego. Dia gamau bawa dan dengan begonya juga gue iya iya aja dia ngajakin naik shuttle. Bego. 

Mulai saat ini, gue nggak akan percaya ama jam shuttle. 
Sekian. 




I feel like I need to put on some of my stories in here, because I think writing a diary is too much. I just need a space to write :)
So this is curhat entry #1.

2015/12/20

Sort of a new life (2)

I should have written this months ago... Sorry for abandoning you.
Good news is I have finally finished my 1st semester! (but not really) I haven't faced my exam tho, vacation first. And yeah, vacation is also filled with lots of last assignments and take home tests. The perks of being a design student. I should be thankful though because I'm going nowhere so I can use my vacation wisely. Cheers?

College is really taking a lot of your time. Imagine a high school life and double, nope, triple it. If you want to be someone who is active in college, go into organizations and things... just be prepared. And more of it, being a design student is really a tough thing. No, it's not only about drawing, you get a lot of weird assignments you won't even think about. Like making a color triangle using poster colors (don't judge, it's hard, in addition, the lecturer is really.....). Just be prepared, okay? I don't want to rant about the assignments and the lecturers here, I've had enough. 

I had the worst time management, even though my high school have me prepared with this, but seriously, you wouldn't know about it, if you haven't got into it. I always sleep late (always). My assignments piling up, because a design job isn't something that you can do quickly, it has to be done thoroughly. But me being me, I didn't do my works 'that' good. I realize I'm not that detailed when it comes to assignments, so my marks are not great. I passed the semester thinking, "ah, it's just the first, no need to worry about." 

Yaudah yuk, tetep semangat aja. Semester 2 belajar yang bener ya, clar. #selfmotivation
By the way, another worse thing happened this year, HP GUA ILANG. 
My to-buy-list is full of expensive things, cellphone, SLR camera, and pentab. 
Yay, cheers to me! 

Here's some photos to close this semester. 




























Edit: added a new photo with my PA ;)

2015/09/17

LOVE@RTH Water Color Exhibition 2015

CLARA CHRYSILLA
DKV J
00000011032


Pameran kedua dalam bulan ini. Saya datang tentunya pada hari yang sama dengan saat saya berkunjung ke JavaScript, pameran art yang disangkutpautkan dengan aksara Jawa. Silakan cek post sebelumnya disini.

Anyway, pameran kali ini adalah LOVE@RTH Water Color Exhibition Pameran ini ditampung oleh 2 gedung di Galeri Nasional Indonesia (gedung B dan C), 3-14 September. Tema LOVE@RTH diartikan sebagai Love Earth Through Art yang acaranya diadakan oleh komunitas International Watercolor Society Indonesia.

Bu Lydia Saputra (64); Bu Trini Taslim (67); Bu Renny Ris (58), sayangnya saya lupa foto karya-karyanya! 
Pada saat saya datang ke gedung C, terlihat ada anggota dari komunitas IWS Indonesia sedang melukis lho guys! Awalnya gue bingung karena, "Ini kan galeri, kok ngelukis di sini sih?" Tapi ya setelah saya tahu kalau itu adalah anggota dari IWS Indonesia, gue maklum, dan akhirnya menonton Ibu dan Bapak yang lagi seru-serunya melukis.

Sebelum pulang, saya dan teman-teman juga sempat bertanya ke pelukis-pelukis dari IWS, tentunya tentang watercolor. Ibu yang kami wawancarai dengan ramahnya menjelaskan, yang mana saja karyanya dan apa saja teknik yang bisa dipakai dalam watercolor. Kata ibu-ibu pelukis di sana, ada teknik yang memakai bumbu dapur contohnya garam, yang bisa memberi tekstur titik-titik. Ada juga yang pakai plastik. Ibu yang menjelaskan hal ini, yaitu Ibu Trini Taslim, belajar water color selama 7 tahun dan ikut dalam komunitas IWS sehingga dapat memasukkan karyanya ke exhibition ini.

starring Devina! (Waiting by Galuh Taji Malela from Indonesia) Karya super realis, detilnya luar biasa. :')

Art Now II by M. Fadhil Abdi from Indonesia. 

E@rth Wind Fire (Tripthyc) by Maya W.Suharnoko from Indonesia 
Kalau karya yang ini eye catching menurut saya, dikarenakan oleh permainan warna. Warna-warna yang digabungkan sama sekali ga sama, dan feelnya berbeda. Tapi, ini yang bikin karyanya unik dan eye catching. Meskipun warnanya berbeda kontras, tapi terlihat ada kesinambungannya. Dan lagi, pelukis nggak menambahkan hal-hal yang terlalu berlebihan dikarenakan warnanya sudah sangat 'keluar'. Simple, tapi dashyat.

Sav@ Indonesia-Sav@ Makassar by Karta Jayadi from Indonesia

Ocean Series II by Widiyatno from Indonesia
Dua gambar di atas hanya memakai satu warna dominan. Itu yang membuat saya suka. Meskipun satu warna, tapi terlihat kok hal apa yang mau ditampilkan. Seperti Ocean Series II yang dibuat oleh Bapak Widiyatno, sangat menonjolkan warna biru dan mata itu sendiri. Beliau juga menambahkan beberapa unsur garis dan titik di dalamnya.

Setelah ke sini saya jadi lebih membuka mata tentang karya. Karena emang dari dulu belum pernah terlalu care and open sama karya-karya seperti ini. Saya dan teman-teman juga lebih belajar tentang yang namanya watercolor dan penasaran ingin coba beberapa teknik bumbu dapur yang telah diberitahu sama pelukis-pelukisnya.

Benar, dalam sebuah trip, kita harus jadi orang yang terbuka, penasaran, dan bertanya.

Squad (Agnes; Filbert; Steven; CLARA; Cynthia; minus Devina)

Sayangnya, pameran ini sudah selesai! Padahal ada banyak sekali hal-hal yang belum saya jelaskan satu persatu. (karena banyak juga ya guys karyanya). Karya-karya di exhibition ini bukan hanya dari Indonesia namun juga berbagai negara lainnya. Jadi bukan hanya karya lokal saja, lho! Pasti banyak inspirasi yang bisa kalian dapat dari mendatangi karya ini.

Pameran ini akan berlanjut, tapi sayangnya bukan di Jakarta, tapi di Bentara Budaya Bali 24 Oktober - 2 November 2015. Mungkin yang tinggal di Bali bisa mampir dan melihat karya-karya fantastisnya!