2012/07/03

We cannot stop here

지금 멈추면 스포트라이트는 없다
There's no spotlight if we stop here


Judul: We Cannot Stop Here!
Penulis: Hong Seung Seong
Penerbit: Haru
Genre: Non-fiction, pengembangan diri
Tebal: 336 bw + 32 halaman FULL COLOUR + bonus Poster
Harga: Rp 65.000,00
Terbit: April 2012
Resensi: 
"Pesan harapan yang disampaikan kepada para pemuda yang memimpikan berdiri di atas panggung." 
Kita tak menyangka bukan? Hong Seung Song, Direktur dari Cube Entertainment, masih memiliki waktu untuk menulis sebuah buku spesial untuk para peraih mimpi di luar sana? Menulis buku bukanlah suatu hal yang mudah. Tapi mungkin lebih mudah daripada mengurus trainee-trainee dan grup 4Minute, Beast, dan juga G.NA. 
Buku ini berkisah tentang awal kesukaannya dengan musik, hingga akhirnya ia memberanikan diri untuk mewujudkan mimpinya untuk masuk ke dunia musik. 


Awalnya, beliau hanyalah seorang yang menyukai musik. Sejak tahun 80-an, ia sudah terhanyut di lautan musik. Tapi beliau tak berencana untuk masuk ke bisnis musik. Pertama bekerja, dirinya hanyalah seorang pegawai dari perusahaan event spesialis. Tapi dari sinilah, ia membuka hatinya untuk meraih hal yang disukainya. Saat ia mendapat pekerjaan di perusahaannya ini, beliau tak jarang mundar-mandir ke stasiun-stasiun TV. Hal ini membuatnya terhubung dengan agensi para penyanyi. Yang kemudian membuat Direktur Hong menemukan mimpinya dan ingin mewujudkan mimpi tersebut menjadi nyata. Seorang pebisnis album.


Beliau pun segera berencana untuk membuat sebuah boyband bernama D-Boys (Dangerous Boys), yang gagal karena dance musik Euro yang tak biasa di telinga para masyarakat. Sekarang entah kemana boyband tersebut (nama D-Boys sekarang dipakai oleh sebuah boyband di Jepang). Beliau pun ingin belajar lebih 'nekat' lagi. Sampai akhirnya, Direktur Hong bertemu Komposer Lee Yung Hoon (sekarang sudah almarhum). Ia belajar dan belajar kepada sang komposer terkenal tersebut hingga dua tahun terlewati. Dua tahun, beliau belajar nilai yang tak terwujud. Ia pun meninggalkan hyung-nya, dan membangun sebuah keberhasilan sebagai seorang manajer. Lee Yaeri, Park Ki Young, dan Kim Dong Ryul adalah bukti dari kesuksesannya. 


Daeyoung A/V, salah satu agensi di Korea yang memintanya untuk menjadi manajer Kim Dong Ryul. Beliau sangat bangga, karena dari agensi ini lah, ia bisa memperluas jangkauan musiknya dan membesarkan mimpinya. Dari agensi juga, beliau bertemu dengan Park Jin Young. Park Jin Young yang memiliki selera yang sama seperti Direktur Hong mengajaknya untuk mandiri bersama JYP. Beliau tak ragu untuk ikut kedalamnya.


Setelah beberapa tahun bekerja di JYP, beliau tentu adalah salah satu orang terpercaya di JYP, tapi beliau memutuskan untuk keluar dan membuat managemennya sendiri. Meskipun sulit untuk meninggalkan 2AM dan orang-orang JYP, terbentuklah Cube Entertainment. Direktur Hong memulai semua perjuangannya dari awal. Beliau tentu punya lebih banyak lagi tugas daripada saat di JYP, tapi pengalamannya ini selalu membuat dirinya kuat. Beliau membuat Cube seperti keluarga kedua para trainee. Ia selalu mencoba untuk dekat dengan para trainee, menjalin hubungan sosial yang baik tanpa melupakan relasinya dengan orang-orang di JYP.

Grup pertama yang didebutkan oleh Cube adalah 4Minute. Grup ini pertama dicap sebagai 'Grup HyunA', karena HyunA adalah ex-Wonder Girls. Banyak fans yang sangat menantikan penampilan HyunA kembali. Hal ini tentu membuat para member tertekan. Apalagi saat pertama kali tampil, tidak banyak masyarakat yang menerima 4Minute. Tapi, hal tersebut membuahkan hasil, mereka mendapatkan awards di stasiun TV pada single keduanya yang berjudul "Muzik". Sekarang sudah terbukti kalau 4Minute adalah salah satu girlband korea yang terkenal.

Ada lagi cerita dari Beast. Mereka disebut sebagai Recycle Group. Hal ini tentu bukan hal yang asing lagi bagi masyarakat dan fans. Doojoon adalah calon anggota dari 2AM, yang tereliminasi di acara pemilihan anggota 2AM dan 2PM (Hot Blood). Junhyung yang mantan anggota boyband Xing. Gikwang yang adalah projek solo gagal AJ (Ace Junior). Dan Hyunseung yang gagal menjadi anggota BIGBANG, tereliminasi saat melawan Seungri. Acara ini juga disiarkan di sebuah stasiun TV. Dongwoon juga mantan dari trainee JYP, meskipun pernah pasrah dari mimpinya, tapi ia berhasil kembali atas dorongan Direktur Hong. Dulunya, Yoseob, Junhyung, dan Doojoon, Hyunseung juga pernah menjadi back dancer AJ. Hal ini membuat mereka sangat-sangat tertekan. Tapi karena ini juga mereka punya kekuatan lebih lagi dan menjadi boyband Beast yang terkenal di dunia. Mereka mendapatkan tujuh buah awards di stasiun TV saat mempromosikan lagu "Fiction", yang membuat mereka semakin terkenal. Sekarang, mereka sudah menyelesaikan World Tour mereka, 'Beautiful Show'.

Lain lagi dengan G.NA. Pada tahun 2007, ia adalah pemimpin dari girlband Five Girls dengan empat orang lainnya, Yubin dari Wonder Girls, Hyosung dari Secret, Uee dari After School, Jiwon dari Spica. Five Girls gagal debut karena ekonomi entertainment yang tidak meyakinkan untuk debut. Mereka pun berpisah dan G.NA masuk sebagai salah seorang trainee di JYP. Tapi pada saat ia akan debut di Amerika, ia mengidap penyakit pada pita suaranya yang memaksanya untuk gagal debut. Direktur Hong pun memanggilnya kembali untuk menjadi trainee Cube, dengan berbagai bujukan G.NA pun mau kembali. Meskipun ia sulit beradaptasi dengan budaya Korea, buktinya sekarang ia telah mendapatkan banyak awards dan terkenal sebagai penyanyi solo yang dashyat. Ia bahkan berkesempatan untuk berduet bersama Rain.

Dibalik kesuksesan mereka, berdirilah Direktur Hong. Direktur Hong sudah seperti Ayah kedua mereka semua. Selalu mendengarkan keluh kesah dan juga pendapat anak-anak. Ini atmosfer yang jarang kita temukan di sebuah entertainment. Beliau selalu berpegang kepada hubungan bisnis yang berdasarkan kepercayaan. Direktur Hong juga sering membuat sensasi. Seperti projek solo HyunA, yang sukses dengan lagu "Change" dan Trouble Maker (duo HyunA dan Hyunseung) yang sangat provokatif tapi juga sukses mendapatkan triple crown.

Dengan membaca interview dari para anggota 4Minute, Beast, dan G.NA, kita juga bisa terinspirasi. Apalagi dengan cerita perjuangan Direktur Hong. Beliau telah berhasil menginspirasi saya dengan bukunya. Beliau mendorong kita untuk meraih kesempatan yang datang dan untuk memiliki kemampuan dan semangat. Dengan sebuah komitmen, kita bisa mewujudkan target kita.

Dari buku ini, Direktur Hong juga mengajak kita untuk bergabung bersama Cube Entertainment. Ia juga menekankan, yang paling penting adalah semangat dalam audisi. Harus selalu positif dan yakin. Meskipun kehidupan trainee tidak ada yang pasti, kita harus selalu optimis dan rajin berlatih. Maka, tak ada yang tak mungkin. Beliau juga mengajak kita untuk yakin dengan mimpi kita. Bukan "Mampu kah aku mencapainya?" tapi "Aku mampu mencapainya."

Menurut saya, Direktur Hong punya pandangan tentang apa mimpi itu dan punya rasa tanggung jawab dalam mencapai mimpi yang ada. Sayangnya, tidak semua diceritakan di dalam buku ini. Seperti bagaimana proses susahnya para trainee untuk menjadi artis, bagaimana Direktur Hong mau membantu mereka menggapai mimpi mereka yang ada, background masalah para entertainer dan bagaimana mereka mau bangkit, dan apa yang memotivasi mereka. Saya pikir semua itu juga perlu diceritakan agar orang yang mempunyai mimpi yang sama dapat termotivasi ataupun think twice memilih mimpi yang ada pada mereka, dengan artinya menguatkan mental mereka dalam menggapai mimpi. Secara keseluruhan, buku ini dapat memotivasi para penggapai mimpi.

"Apakah hanya untuk menjadi seorang pemenang, mulai hari ini mereka harus latihan hingga subuh dan terangnya hari?
Bukan hanya semata-mata untuk menjadi pemenang, tetapi untuk menaruh lebih banyak harapan dan lebih bersinar. Permata-permata itu menjadi lebih bersinar dan lebih kuat lagi setiap harinya."

1 comments:

Angela said... Reply

Super blog! J'aime beaucoup!

Angela Donava
http://www.lookbooks.fr

Post a Comment